089523396053 pesan@fiforlifshop.id
Fiforlif Header

Perbedaan perut buncit dan obesitas biasa sangatlah penting untuk diketahui terutama jika ingin mengatasi hal ini. Jika obesitas berarti kegemukan atau kelebihan berat badan di atas normal, maka perut buncit rupanya berbeda dari kegemukan biasa. Perut buncit ini dapat dialami oleh siapa saja yang berarti tidak hanya orang gemuk, namun orang dengan tubuh/ badan proporsional atau normal juga bisa mengalami perut buncit.

Hal ini disebut dengan obesitas sentral yaitu penimbunan lemak yang berpusat di dalam perut yang berbeda dari obesitas biasa (kegemukan). Jadi, apa yang dimaksud dengan obesitas sentral dan apa saja resiko yang bisa dihadapi oleh mereka yang menderita tipe obesitas ini bisa disimak lewat penjelasan berikut.

Perbedaan Obesitas Sentral vs Obesitas Biasa (Kegemukan)

Obesitas sentral mungkin terdengan kurang familiar bagi sebagian besar orang. Banyak yang berpikir semua obesitas itu sama saja dan hanya ada satu jenis saja, tapi nyatanya tidak karena ada yang disebut obesitas sentral.

Obesitas sentral merupakan suatu kondisi dimana lemak tertimbun pada satu bagian saja dalam hal ini perut atau abdomen saja. Obesitas sentral mudahnya lebih dikenal sebagai ‘perut buncit’. Dan obesitas jenis ini tak hanya bisa menyerang mereka yang berbadan gemuk, tapi juga orang-orang yang berbadan normal/ proporsional dapat mengalaminya.

Jelas kondisi ini sangat berbeda dengan kegemukan atau obesitas biasa yang diartikan sebagai kelebihan lemak pada tubuh yang tak seimbang dengan tinggi badan orang tersebut. Untuk mengetahui apakah seseorang menderita obesitas atau kegemukan maka biasanya dilakukan perhitungan melalui IMT (Indeks Massa Tubuh). Sementara itu obesitas sentral lebih diukur memakai lingkar perut.

Jadi gampangnya, seseorang yang mengalami obesitas biasa belum tentu juga mengalami obesitas sentral dan sebaliknya. Kenapa bisa begitu? Karena seseorang yang menderita obesitas lemak biasa bisa saja memiliki timbunan lemak di bagian-bagian atau area tubuh lainnya dan tidak menumpuk di bagian perut. Sedangkan orang yang menderita obesitas sentral hanya mengalami penumpukan lemak di bagian perut saja dan tidak di bagian tubuh lain sehingga menjadikannya nampak buncit.

Ciri orang yang menderita obesitas bisa diketahui dengan cara melakukan pengukuran di lingkar perut mereka. Perlu dicatat bahwa rata-rata batasan normal lingkar perut seseorang untuk pria adalah 90 cm, sementara untuk wanita adalah 80 cm. Kalau tidak yakin maka gampangnya apabila lingkar perut lebih besar daripada lingkar panggul maka bisa dipastikan kalau orang itu menderita obesitas sentral atau mempunyai perut buncit. Dan ciri-ciri ini adalah cara paling mudah untuk memutuskan perbedaan perut buncit dan obesitas biasa.

Hal-hal yang Menyebabkan Perut Buncit

Pastinya perut buncit tidak terjadi begitu saja karena harus ada yang menjadi faktor penyebab mengapa seseorang dapat mengalami obesitas sentral. Memang ada beberapa hal yang jadi penyebab mengapa perut bisa buncit dan terdapat timbunan lemak banyak di bagian perut, yaitu:

  1. Mengonsumsi makanan berlemak tanpa dikontrol
  2. Mengonsumsi makanan berkabohidrat dalam jumlah yang berlebihan
  3. Kurang olahraga sehingga mengakibatkan ketidakseimbangan antara konsumsi makanan berlemak tinggi dengan aktivitas berolahraga
  4. Hobi mengonsumsi minuman beralkohol atau berkabonasi secara terus-menerus
  5. Makan malam berlebihan kemudian langsung tidur sebelum 2 jam sesudah makan
  6. Menderita penyakit tertentu dan memang ada beberapa penyakit yang bisa membuat perut kelihatan buncit seperti tumor/ kanker yang bersarang di perut, lever/ penyakit hati, busung lapar dan sebagainya.

Untuk perut buncit yang disebabkan karena menderita penyakit tertentu, maka dapat diidentifikasi langsung oleh pakar medis atau dokter ahli karena jelas butuh penanganan khusus.

Resiko dari Perut Buncit

Perut buncit sudah jelas dapat memicu resiko yang kurang baik bagi kesehatan tubuh penderitanya. Salah satu resiko yang bisa dialami oleh seseorang yang memiliki perut buncit atau obesitas sentral yaitu dapat memicu penyakit degeneratif. Sebagai contohnya seperti penyakit diabetes yang dapat terjadi karena sekresi insulin. Selain itu, obesitas juga mudah memicu penyakit lainnya seperti tekanan darah tinggi dan jelas hal ini dapat menyebabkan sakit seperti stroke.

Kelebihan kadar kolesterol di dalam tubuh juga dapat dialami oleh seseorang yang memiliki perut buncit. Jika tubuh sudah menderita kelebihan kolesterol, maka hal ini tak hanya bisa memicu sakit stroke tapi juga mengganggu kesehatan jantung. Itulah sebabnya mengatasi perut buncit atau obesitas sentral amatlah penting. Jika Anda sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut sebaiknya sebelum terlambat lakukan pencegahan berikut ini:

  1. Memiliki pola tidur yang tepat dan konsisten

Memiliki istirahat yang cukup lewat tidur di jam-jam tepat dapat membantu meluruhkan lemak sekaligus menyeimbangkan proses metabolisme di dalam tubuh. Sudah dijelaskan di atas bahwa salah satu ciri-ciri perut buncit bisa dilihat dari lingkar perut. Untuk mencegah lingkar perut besar maka sebaiknya gunakan waktu tidur 7-8 jam secara teratur/ konsisten setiap harinya karena rupanya hal ini berdampak pada berkurangnya lemak visceral.

  1. Berolahraga secara teratur

Setelah paham tentang perbedaan perut buncit dan obesitas, maka sebaiknya Anda menyeimbangkan konsumsi makanan dengan berolahraga secara teratur. Apalagi jika Anda sering mengonsumsi makanan berlemak dan berkalori. Aktivitas olahraga dapat membantu proses pembakaran lemak dan kalori jadi lebih cepat. Hal ini ditandai dengan keluarnya keringat dari tubuh yang merupakan sisa sekresi. Jadi sebaiknya lakukan olahraga secara teratur paling tidak 30-1 jam setiap harinya agar lemak yang menumpuk dapat dibakar.

  1. Konsumsi makanan berserat tinggi dalam program diet

Meluruhkan dan membakar lemak di bagian perut memang lebih sulit dibandingkan bagian-bagian lainnya. Cara diet tepat agar lemak tak menimbun banyak di bagian ini adalah menjaga keseimbangan dan mengontrol pola makan khususnya konsumsi makanan berkabohidrat dan berlemak. Selain itu sangat disarankan mengonsumsi makanan-makanan yang berserat tinggi seperti sayuran dan buah supaya memperlancar sistem pencernaan.

  1. Menghindari stress

Banyak pikiran atau kondisi stress terkadang membuat seseorang jadi ingin ngemil atau bernafsu untuk terus makan. Ditambah lagi mereka sudah tak punya waktu untuk mengatur pola asupan / makan dan ujung-ujungnya mengonsumsi makanan apapun tanpa memikirkan dampaknya bagi kesehatan. Itulah sebabnya orang yang sedang mengalami stress cenderung lebih beresiko tinggi terkena obesitas sentral atau perut buncit. Karenanya disarankan untuk menghindari stress dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan hati.

Itulah informasi mengenai perbedaan perut buncit dan obesitas serta resiko yang bisa dialami maupun cara-cara untuk melakukan pencegahan. Selain menjaga asupan makan dan berolahraga, Anda juga bisa coba mengonsumsi jus herbal berserat tinggi seperti Fiforlif dimana dapat membantu menghilangkan penimbunan lemak yang ada di perut lewat proses BAB.

Fiforlif juga membantu sistem pencernaan lebih lancar sekaligus mengeluarkan toksin, racun dan kerak-kerak dari sisa-sisa makanan yang tertumpuk di lipatan usus besar sehingga perut buncit dapat segera diatasi.

harga fiforlif
fiforlif

G A R A N S I

JAMINAN BARANG SAMPAI ATAU UANG KEMBALI
ALAMAT LENGKAP KAMI DIBAWAH INI:

FIFORLIFSHOP ID Center

Jl. Sutrisno Baru No. 112 E, Kota Matsum I, Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara 20215

WA/SMS: 0895-2339-6053, Pin BB: D1371542

error: Content is protected !!